Nasib Waktu
Saat tua nanti kita tak tau apa nasib waktuTerdengar bisikan kalbu yang kian menggerutu
Sesekali wajah anak muda tampak lesu
Bersama senja yang kini kelabu
Di rumah kadang pikiran kita membeku
Hilang bersama lajunya waktu
Sedangkan di kelas pikiran kita beradu
Melawan pedihnya luka kepatuhan yang diajarkan guru
Kita seolah-olah dibentuk, hanya untuk dijadikan buruhmu
Tetapi tidak bertukar pikiran saat argumenmu buntu
Inilah dasar pendidikan kita, sarat dengan bercumbu-cumbu
Bagaimana kita bisa maju?
Sekali lagi waktu berjalan bagaikan peluru
Tak kenal siapa dirimu
Tinggal kita sendiri yang memandu
Bagaimana nasib waktu?
Tertulis: @Day_15