Kamis, 29 Agustus 2019


Anganku

Dalam gelap kadang jejakku menghilang
Mencari lalu menelusuri kemana langkah kaki berhenti
Keramaian kadang menjadi tempat yang paling sepi
Lalu, apakah ada sesuatu yang salah
   Seperti dingin udara malam yang lembut
   Kau sejenak berhenti pada ungkapan kata yang tak bermakna
   Kemudian bayanganmu hilang dipersimpangan jalan
   Kembalilah, sukmaku belum sepenuhnya kembali

Ceritakan pada semua orang 
Bahwa aku menyukai malam yang tak berbintang
Angin yang tak berhembus 
Dan cinta yang tak pernah melukai
      Bagiku ini hanyalah sebuah uraian biasa
      Kau baca dan kemudian kau hapus
      Kasih, anganku sederhana
      Karena jiwaku tak lagi merekah

Rabu, 29 Agustus 2018

Nasib Waktu
 Saat tua nanti kita tak tau apa nasib waktu
Terdengar bisikan kalbu yang kian menggerutu
Sesekali wajah anak muda  tampak lesu
Bersama senja yang kini  kelabu
Di rumah kadang pikiran kita membeku
Hilang bersama lajunya waktu
Sedangkan di kelas pikiran kita beradu
Melawan pedihnya luka kepatuhan yang diajarkan  guru
Kita seolah-olah dibentuk, hanya untuk dijadikan buruhmu
Tetapi tidak bertukar pikiran saat argumenmu buntu
Inilah dasar pendidikan kita, sarat dengan bercumbu-cumbu
Bagaimana kita bisa maju?
Sekali lagi waktu berjalan bagaikan peluru
Tak kenal siapa dirimu
Tinggal kita sendiri yang memandu 
Bagaimana nasib waktu?



Tertulis: @Day_15